Kamis, 28 April 2011

Mengapa Balai Arkeologi Belum Bisa Buka Sarkofagus Kembengan

Balai Arkeologi Denpasar saat ini belum bisa membuka isi Sarkofagus yang ditemukan pada kebun pandan milik warga di Kembengan, Desa Tulikup,Kabupaten Gianyar,Denpasar karena masih melakukan penelitia penemuan yang sama di lokasi lain.

"Kami saat ini sedang melakukan penelitian penemuan Sarkofagus di Subak Saba Keramas, Blahbatuh. Jadi untuk Sarkofagus di Banjar Kembengan kami rencanakan dibuka pada Senin (6/9) mendatang," kata Dra Ayu Kusumawati, salah satu peneliti pada Balai Arkeologi Denpasar, Kamis.

Ia mengatakan bahwa saat ini, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan warga setempat untuk mengawasi peti yang terbuat dari batu itu. Agar tidak dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab, pihaknya sudah meminta warga untuk ikut mengawasi Sarkofagus itu sampai dibuka oleh tim peneliti.

Ia menceritakan, sebelumnya temuan benda purbakala di Banjar Kembengan itu berjarak tiga kilometer ke arah timur dari lokasi dua Sarkofagus yang sebelumnya ditemukan di Subak Saba, Desa Keramas, Kabupaten Gianyar.

"Kami sudah mengecek di lapangan, Sarkofagus itu diperkirakan telah berusia sekitar 2.500 tahun, atau telah ada sejak 500 tahun sebelum masehi sampai awal abad pertama masehi," katanya.

Ia mengatakan, Sarkofagus yang memiliki panjang 7 cm dan lebar 4,8 cm itu belum dibuka karena masih menempel erat di tebing galian, di kebun pandan milik penduduk.

"Benda itu kini baru terlihat bagian permukaannya saja, sedangkan bagian badannya masih menempel di tanah," ucapnya.

I Gusti Nyoman Dirga, pemilik lahan yang menjadi lokasi ditemukannya Sarkofagus di Banjar Kembengan itu, mengatakan, peti batu tersebut pertama kali ditemukan pada Senin (30/8) lalu.

Dikatakan, kala itu dirinya sedang menggali tanah untuk keperluan membuat batu bata. "Ketika saya sedang mencangkul, tiba-tiba cangkul saya seolah-olah terkena benda keras. Ketika saya cek, ternyata Sarkofagus," ujarnya.

Terkait penemuan itu, kata Dirga, pihaknya pada Selasa (31/8) langsung melaporkan kejadian itu ke Kelian Banjar Dinas Kembengan.

"Kemudian Pak Kelian melaporkan temuan itu ke Mapolsek Kota Gianyar, dan pada Selasa malam polisi datang mengecek lokasi," ujarnya menjelaskan.

Ia menyebutkan, penemuan Sarkofagus di lahan kebun pandan miliknya merupakan penemuan untuk yang kedua kalinya. "Sebelumnya pada 1998, juga ditemukan satu Sarkofagus. Temuan pada tahun itu berjarak satu meter dari penemuan Sarkofagus sekarang," ujarnya.

Ia mengatakan, pada penemuan peti batu 12 tahun yang lalu itu, dalam Sarkofagus ditemukan serpihan kerangka tulang-belulang manusia.

"Tak lama setelah ditemukan, Sarkofagus berikut isinya langsung diangkut oleh tim arkeologi," ucapnya menambahkan.

Demikian laporan dari tim pencari fakta Sarkofagus yang ada di kota Denpasar.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Informasi Jember Dan Sekitarnya. Design by Wpthemedesigner. Converted To Blogger Template By Anshul Tested by Blogger Templates.